Pengalaman Mendaftar Ojek Online 2019

Senin, Januari 28, 2019
Pada awal tahun 2019, saya berniat untuk mencoba pengalaman sebagai seorang ojek online, hitung-hitung jarak pulang pergi kerja yang lumayan jauh, lumayan juga untuk mengurangi pengeluaran khususnya menutupi ongkos bensin saat bepergian.

Sejak akhir 2018, saya coba mendaftar online ke salah satu aplikasi buatan anak bangsa, tetapi ternyata prosesnya cukup lama, sudah dua bulan tidak ada respon panggilan. saya coba bertanya via e-mail, dan memang diminta untuk menunggu. kemungkinan memang pendaftarnya sudah cukup banyak sehingga harus menunggu cukup lama. oke baiklah.

Kemudian saya mencoba mendaftar secara online ke Grab, setelah memenuhi persyaratannya via online, seperti mengunggah (upload) foto Identitas, baik KTP, SIM, STNK, KK dan SKCK serta menyetujui aturan-aturan pendaftaran, ada notifikasi yang masuk ke smartphone saya, yaitu diinformasikan untuk menunggu proses pendaftaran selama 2 hari kerja. wow, cepatnya.

Setelah dua hari kerja, diinformasikan untuk datang ke salah satu tempat untuk meneruskan proses pendaftaran, dengan membawa dokumen ASLI dari yang sudah di upload secara online. yaitu KTP, SIM, STNK, KK dan SKCK. 




GOR daerah Sunter

ini adalah salah satu tempat pilihan untuk melaksanakan proses selanjutnya, karena ini yang terdekat dan terjangkau dari tempat saya. briefing pagi dimulai jam 8, namun sudah banyak yang hadir sebelum jam tersebut, peserta para calon driver/mitra diminta untuk berbaris untuk kemudian mendengarkan arahan dari perwakilan panitia penerimaan mitra. diantaranya, menyebutkan aturan-aturan dan syarat untuk memulai proses selanjutnya, bila salah satu syarat kurang/tidak terpenuhi, calon mitra driver diminta melengkapi dulu persyaratan tersebut. salah satunya yaitu, syarat surat keterangan sehat untuk yang usia lebih dari 50 keatas, kendaraan bermotor minimal tahun 2008 dan sebagainya.

calon-calon mitra, undangan via sms/datang langsung
intinya adalah, calon mitra harus melewati 6 poin untuk bisa selesai dan pulang dengan membawa atribut grab, yaitu :

  1. Pendaftaran
  2. Cek Fisik kendaraan
  3. Safety Riding test
  4. Pelatihan
  5. Aktifasi
  6. Pembagian atribut

1. Pendaftaran

ini adalah proses administrasi, pengecekan syarat-syarat yang perlu dipenuhi, banyak juga mitra yang gagal lolos seleksi ini karena dokumen yang dibawanya tidak sesuai atau bermasalah, seperti tidak sesuainya nomor ktp di kk dengan ktp asli sehingga calon mitra bisa diminta datang lain kali.

2. Cek Fisik kendaraan

bila fase pendaftaran berjalan mulus tidak ada kendala, calon mitra diminta membawa kendaraannya ke belakang gedung untuk dilakukan cek kendaraan, pastikan lampu, lampu sen, klakson dapat digunakan dengan baik.

3. Safety Riding test

nah ini seperti ujian pembuatan SIM, bedanya yaitu test ini dengan membonceng seseorang. dimulai dari lingkaran, zig zag, putaran delapan (8) dan pastikan ketika test, kaki tidak turun atau bahkan menabrak cone yang disiapkan.

4. Pelatihan

mereka yang sudah lolos safety riding, akan diberikan pelatihan dengan smartphone masing-masing, calon mitra mengakses grab academy dan menonton video pelatihan dari layanan-layanan umum yang ada di Grab. tonton dengan baik dan jawab pertanyaannya di akhir setiap video dengan benar.

5. Aktifasi

bila sudah selesai mengikuti point  nomor 4, dengan nilai skor diatas 80% peserta diminta mengumpulkan berkas dan menunggu kembali di dalam gedung. ini adalah proses aktifasi aplikasi mitra driver.

6. Pembagian atribut.

selesai aktifasi, calon mitra mengambil atribut.
catatan : siapkan tali rapia atau plastik besar, karena diberikan dengan kerdus. 


Proses pendaftaran ini bisa memakan waktu seharian, dari pagi sampai siang/sore.
sekian pengalaman dari saya mendaftar Grab. bagaimana, berminat jadi ojol ?  :D



Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.