Sesuatu memanggil - manggil namaku

  • 0
daun musim gugur
Daun saat musim gugur..

Pagi tadi,
( diantara keadaan tertidur dan terjaga )
terdengar ada suara ada yang memanggilku, menyebut namaku..
'Faisal!, ... Faisal'.

panggilan 'Faisal!' pertama,
aku tersentak terjaga,
panggilan kedua, Faisal...
(suara itu terdengar samar mulai menjauh).
aku kembali mencoba menutup mataku berharap bisa tahu siapakah sosok yang memanggilku.

aku tahu aku tadi dalam keadaan bermimpi,
tetapi aku tidak segera mencatat mimpi itu.

kemudian aku bangkit dari kasur,
pergi beranjak dari kamar..
di lantai bawah, bertanya pada kakak sepupuku,

F : 'Uni, apa tadi pagi ada yang mencari isal ? '
F : 'ada tamu ? laki - laki, atau siapapun itu ada yang memanggil isal ? '
U : Tidak ada sal.. dari tadi uni dibawah gak ada yang manggil-manggil kamu.. memang kenapa?
F : Enggak ada apa apa uni..

membuat aku terdiam sesaat.. untuk berpikir..
siapakah yang memanggilku?

apakah itu guruku yang 'bukan sesuatu' ?
yang mencari - cariku ?
mungkin karena belakangan ini tidak lagi terbangun pada dini pagi...

atau.. apakah itu almarhum ayahku ?
kerinduanku pada kebiasaanya yang memanggilku setiap pagi..
menyebabkan aku berhalusinasi seperti ini...
sementara rencanaku ingin mengunjungi makamnya hari minggu ini
sebelum esok senin (6-6-2016) memulai berpuasa.

atau..
apakah itu sesuatu yang lain...
yang 'menyentuhku', pada 40 hari yang telah berlalu..
yang aku takuti. tak terhindari, akan tetapi tetap harus kuhadapi.
3 Juni 2016.
H-60.

Kupu - Kupu bertamu di Kamarku

  • 0
Terbangun karena bermimpi..
ku ajak raga ini membumi
berbisik-bisik dalam gelap,
kepada yang Maha Memiliki.

Kemudian.. pak.. pak.. pak..
terdengar suara sayap di kepak.

segera ku nyalakan lampu kamarku
'Ctekk' terang datang menghilangkan remang.

Ku cari wujudnya, apakah itu ?
Untuk pertama kali ku melihat.
Seekor Kupu - kupu telah masuk ke dalam kamar.
berhenti tepat di hadapan dudukku..

Kupu - Kupu di depanku.
Lantas ku bangunkan ibuku,
Ma, Ma, ada Kupu - kupu...

Bapak Tua yang tertatih untuk berdiri dari sujudnya

  • 0
kakek tua
ilustrasi- lelaki tua lumpuh terduduk dengan tongkatnya
di rakaat pertama.. saya baru sadar..
bahwa bapak yang berada di samping kanan saya kesulitan berdiri..
dia pun tidak mampu duduk diantara sujud..

di rakaat kedua, semakin tertinggal karena sulit berdiri...
reflek saya memegang lengan tangan kirinya, dan mengangkat tubuhnya..
entah saya salah atau bagaimana, si bapak menolak untuk saya bantu untuk kedua kalinya..
ia tetap mau berusaha sendiri.

selesainya, batin saya masih dalam keadaan isak yang tertahan.
saya terduduk diam, terlihat beliau kesulitan untuk merubah posisi duduknya,
karena sendi kakinya sudah tidak bergerak bertenaga sebagaimana mestinya..

ekspresi wajah saya memburuk, merengut, tak tahan akan kesedihan..
saya bilang kepada teman saya yang sudah menunggu diluar untuk menyebrang jalan,
'saya sedih'...

sedih kenapa? kata kedua teman seperjuangan..
itu, ada bapak-bapak..
bapak-bapak yang mana?
samping kanan saya tadi pas shalat..

oh yang tadi? iya gw juga lihat, kata salah satunya..

sepertinya semi lumpuh..
terlihat dari tangan dan kaki kirinya
kesulitan saat bangun dari sujud,
sudah tidak bisa menggerakan persendian kakinya,

selesai shalat bapak itupun kesulitan untuk duduk,
mencoba menggerakan kakinya agar bisa dalam posisi yang benar untuk duduk..

Ya Allah.. semoga surga untuk usahanya..

Update : 

Jum'at 27 Mei 2016.

bapak - bapak itu dengan tongkatnya,
tidak sengaja saya temui di superindo.
berjalan sendirian.. dengan tentengan plastik di tangan satunya,
membawa sayur mayur hijau..

sore harinya, mengejar magrib saya...
melihat si bapak tua shalat tidak pada shaf.
beberapa langkah di belakang, di sediakan bangku oleh pengurus mushala,
( tetapi tidak di gunakan )

di waktu isya, saya melihat si bapak berdiri di luar,
arahnya berlawanan dengan pintu mushala...
tetapi karena terburu - buru, saya tidak menghampirinya,
dalam hati, mungkin si bapak menunggu seseorang untuk mengantarnya pulang..

selesai isya, saya dan sahabat saya bayu,
melihat si bapak berdiri di gerbang pintu masuk mushala..
batin saya berkata, mungkinkah si bapak mau menyebrang?
apa sedang menunggu seseorang?

tanya saya di jawab seorang pemuda,
saya pun turut menghampiri ingin tahu,
benar bahwa beliau ingin menyebrang jalan.
saya dan bayu mencoba membantu,

menyebrang jalan di waktu jam pulang bukanlah perkara mudah.
mobil dan motor yang kencang, apalagi sudah melihat lampu hijau setelah merah
berjalan satu telapak kaki per telapak kaki, kami bertiga berusaha melindungi
bapak tua ini tidak mau tangan sebelah kiri (bukan memegang tongkat) di pegang.
"sakit" katanya, di jaga saja tubuh beliau agar tidak terjatuh dari depan.
sementara bayu dan seorang lagi berposisi menjaga,
saya pasang badan menahan dan memberi tahu kendaraan untuk memberi jalan.

Alhamdulillah kami sudah di sisi seberang, tetapi motor merungsuk berlalu di trotoar.
merasa belum aman, kami tidak meninggalkan si bapak sendirian.
lebih ke pinggir, lebih ke pinggir, motor yang melaju merangsak di trotoar saya coba usir.
sampai akhirnya kami bisa merasa lebih yakin bisa meninggalkan.

entahlah, saya dan bayu bertanya - tanya,
mengapa si bapak tua itu tetap memaksa berjamaah ke mushala..
dimanakah anak? cucu atau saudara yang seharusnya ada untuk mengantarnya...
sekali lagi..

Ya Allah.. semoga surga untuk usahanya..

pancoran. 
mushalla At-Taufiq

Ada Rindu dalam waktu yang membisu

  • 0

image source : The Time Traveler Surreal art by Xetobyte

Waktu,
Dia diam di situ,
Menyaksikan dengan bisu.
Tentang hubungan di antara dua orang yang tidak pernah bertemu.

Waktu,
Dia mengerti,
Sejatinya Cinta tidak meski memiliki.
Pun hati mengakui, ia memiliki ruang rahasia tersendiri.

Waktu,
Dia tahu,
Ada kasih sayang dan rindu,
Yang tersimpan dan terjaga hanya untukmu.
[ 24 - 2 - 2016 ]

Minder dengan dia (perempuan) yang taat.

  • 0
aku pernah dekat dengan seorang perempuan, perempuan yang pengetahuan dan ilmu agamanya sangat kuat, selain itu dia mendalami ilmu sastra arab di salah satu Universitas Negeri ternama, aku mengenalnya, meski tidak terlalu dekat, ia adalah seorang sahabat, teman seperjuanganku dulu saat mendidik ilmu.

setelah sekian tahun, terjadilah titik temu. silaturahim kembali terjalin.. iya reuni. waktu terus berlalu sampai aku dengan perasaanku, yang sudah jatuh cinta sebagaimana ia jatuh cinta padaku, sebagaimana tanda - tanda itu terlihat, tarik menarik bagaikan dua kutub pada magnet yang energinya samar tidak terlihat.

lambat laun. waktu membuat aku tahu, bahwa keluarganya adalah orang-orang yang taat.. ustad, ustadzah, orang - orang yang menurutku hebat karena dekat dengan Allah.. sebagian keluarganya adalah pengurus sekolah islami dan Masjid di lingkungan sekitar rumahnya, sesuatu yang berpengaruh. sementara aku? siapa aku? siapa keluargaku?

ya.. aku menjadi murung, merasa diriku ini tidak pantas (minder).. bukanlah seorang yang saat itu layak menjadi imam yang baik untuknya kelak.. karena aku sadar masih dekat dengan maksiat. maka aku memilih mundur. menghilang. meninggalkan semuanya, mencari Tuhanku, terus berharap sampai hidayah dan takdir yang berbeda datang untukku.

Waktu terus berlalu, sampai sebuah undangan datang padaku melalui kakak sepupuku..
"sal, ibu gurunya Davina nitip ini untuk kamu.."
Perempuan itu akan segera menikah dalam waktu dekat ini,
membuat aku dengan diriku.. duduk sesaat tersentak membisu..
batin berbisik berkata.. 'tidak terasa ya.. ternyata sudah berlalu begitu lama'..

suka dan duka pada batinku, aku bersyukur karena do'a yang telah lalu menjadi nyata,
agar dia berbahagia, mendapatkan seorang yang layak dan pantas,
semoga kebaikan dunia dan surga untuknya...
dan dukaku hanya satu :
"apakah aku terlambat.. untuk mencari, mengenali, mencintaimu ya Rabbi..?"

....
Ya Rabbi, aku jatuh cinta lagi.
pada perempuan yang terbukti taat dan tunduk hanya padaMu.
yang pernah dan tetapi, telah lama tidak kutemui,
mungkinkah kelak engkau meridhoi.. kami? -2015/2016-
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...