Minder kepadamu karena rendahnya ilmu Agamaku

Kamis, April 16, 2015

Terkadang terbesit dalam pikiran, bahwa betapa beruntungnya mereka yang terlahir di keluarga dimana kedua orangtuanya mengerti dan memahami 'secara dalam' tentang agama, dan dengan baik mampu membina, mengajarkan, menurunkan pemahaman tentang apa dan seperti apa agama itu kepada anak-anaknya.

itulah apa yang terbesit pagi ini.. -16 April 2015 -
ini pertama kalinya terjadi, perasaan minder karena agama, terutama ilmu agama.. .
ya, saya jatuh cinta kepada seorang perempuan yang pemahaman tentang agamanya lebih tinggi.
lantas siapa atuh saya ini? dibilang takwa juga masih meragukan, khusyuk masih susah...
sementara ilmu adalah cahaya, yang tidak akan jinak kecuali hanya kepada hati yang takwa dan khusyuk.
teringat kata Jalaludin Rumi, kurang lebih seperti ini..

bila ada cahaya dihatimu (walaupun sedikit) engkau akan menemukan jalan pulang..
sekalipun engkau tersesat dan berada di tempat tergelap.
Dan yang terpenting dalam menikah itu, bagaimana seorang lelaki bisa menjadi imam untuk istrinya, katanya.
Bagaimana tidak minder, aku sadari pemahamanku tentang ilmu Agamaku masihlah rendah.
...

bila waktunya tiba ingin ku bertanya padanya, 
bila laki-laki akan menjadi seorang imam untuk istrinya..
bagaimana jika ilmu agama yang dimiliki laki-laki tersebut lebih rendah dari wanita yang ingin dijadikan istrinya, dan katakan, apa yang harus dilakukan laki-laki tersebut untuk bisa menikahi wanita itu? anggap saja laki-laki itu aku, dan aku minder karena tahu ilmu agamaku lebih rendah darimu.

update → terjawab : disini

bila seandainya tidak sengaja bertemu,
pastilah aku malu dan menundukkan pandanganku.
dan ketika di hadapan Tuhanku,
aku mengadah pasrah, meminta-minta dirimu, namamu untukku.
karenamu, matahariku. maka tercipta satu tujuanku. perjalanan dari gelap menuju cahaya. cintaNya.
#EL

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.