Tatapan seorang perempuan di barisan belakang.

Rabu, Maret 22, 2017


Anak Gadis Ibu Penjual Nasi Uduk

Di Perjalanan saat memasuki waktu panggilan kelima, diantara remang cahaya lampu motor dihadapanku ketika berlalu, suara seorang perempuan memanggilku.

? : eh Abang...
F : eh iya, (berusaha melihat setelah terang yang menyilaukan)
? : saya bang,
F : oh kamu, (berhijap, rapi, membawa berkas file ditangannya) dari mana?
? : pulang kerja bang, Alhamdulillah sudah mendapatkan pekerjaan
F : wah Alhamdulillah ! duluan ya,
? : iya bang.

Sudah sebulan lebih anak gadis itu membantu ibunya berjualan nasi uduk, ibunya seringkali bertanya apakah ada lowongan pekerjaan kepadaku, tetapi aku tidak bisa banyak membantu, karena ruang lingkup pekerjaanku sendiri bukan bidangnya yang lulusan akutansi dan administrasi, pernah di suatu hari kami berbincang bersama tentang bagaimana proses perekrutan, tips saat interview, dan sebagainya, dan bila ada informasi yang kutemui baik dari temanku, atau media sosial lainnya, aku kirimkan ke ibu itu, seperti job fair dan lain-lain. mengetahui anak ibu itu sudah bekerja, Alhamdulillah turut berbahagia mendengarnya, anak gadis itu seusia adikku saat ini jika ia masih hidup, semoga anak itu bisa meningkatkan derajat keluarganya.


Yang Iqomah dengan Satu Kaki.


sesampainya dalam keadaan duduk menunggu, aku tertegun melihat seorang pemuda berusaha berdiri, melompat-lompat, menghampiri pengeras suara, lalu mengucapkan kalimat Iqomah, yang artinya dalam bahasa Indonesia sebagai berikut :

Allah Maha besar, Allah Maha Besar
Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah
Saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah
Marilah sholat,
Marilah menuju kemenangan ,
Sholat akan di tegakkan, sholat akan di tegakkan
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Tidak ada Tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah.

kemudian pemuda itu terduduk.. ketika yang lain berdiri,
hingga aku sadari, orang itu hanya punya satu kaki...

Mata yang Memandang dari arah Belakang.

Tajam dan Serius. hmm

Sesaat sebelum selesai dan bersiap untuk pergi, aku merasakan ada yang memperhatikanku, tepat mengarah di belakang punggungku. mencoba menengok kesamping sambil mencuri pandang, siapakah orang yang berada dibelakangku. ternyata tatapan itu berasal dari seseorang di barisan paling belakang, ya seorang perempuan, yang dalam akhir-akhir ini sering kulihat selalu hadir ikut berjamaah, baik di waktu sebelum matahari terbit, matahari terbenam, dan memasuki malam hari.


Jadi ketika aku berdiri untuk pulang, ia pun berdiri, sehingga kami berjalan bersamaan menuju pintu keluar masjid, dan oh, ternyata sandal kami dalam posisi berdampingan, ketika menggunakan sendal dan mengubah arah, kami sempat saling melihat dan kemudian membuang pandangan kami masing-masing, sampai melewati pagar aku aku berbelok ke arah kiri dia ke kanan.. hmm siapa ya? apa teman kecilku dulu, karena cukup lama pindah ke bekasi jadi lupa.
Misterius memang, maka biarkanlah demikian...
22 - 03 -2017.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.